Sunday, November 13, 2016

Review album Kent Sihombing "Dua Warna"

Ada rasa penasaran di kepalaku ketika tawaran untuk mereview album Kent Sihombing  yang berjudul Dua Warna disambut baik sama oom Opet Tarihoran sebagai produser merangkap manajer dan lain sebagainya itu... 😂 

Pun ketika aku ditengah perjalanan untuk menjemput album tersebut dari tempat yang kami sepakati, bermacam tanya mengeliat di kepala, seperti misalnya kualitas recording, jenis musik yang ditawarkan, kekuatan lirik dalam konteks kekinian dan bahkan goal apa yang menjadi tujuan pembuatan album ini.

Semua terjawab ketika keping cd mulai berputar. Alunan musik mengalir jernih ke telinga. Satu persatu lagu melantun menyuarakan hati, dan pergulatan hidup seorang Kent Sihombing. Dalam balutan blues, rock 'n roll, dan country, Kent seolah bercerita tentang masa lalu, tentang kisah2 yang menghantarkannya menjadi seorang Kent saat ini.

Album ini ibarat vitamin bagi telinga anda. 

Total tujuh lagu dengan lima diantaranya berbahasa Batak dan dua lagu berbahasa Indonesia mampu secara utuh menggambarkan kematangan bermusik Kent Sihombing dan kawan2. 

Ada satu lagu yang paling menarik perhatian penulis, yaitu lagu berjudul Namasa; dimana Kent menghadirkan lagi tehnik gitar slide yang sudah sangat2 jarang dimainkan saat ini. Ini kejutan bagi penulis, seperti sebuah pengukuhan atas musikalitas seorang Kent Sihombing. 

Menjadi pertanyaan kemudian, bagaimana menempatkan album ini? Bagi penulis, ini bukan lagi persoalan teks, karena musik itu sendiri memiliki bahasa. Sudah seharusnya kita menempatkan musik itu sebagai sebuah musik. Tanpa sekat-sekat. Ketika ia mampu membuatmu menari, lengkaplah.

Medan, 14 November 2016


No comments:

Post a Comment