Tuesday, November 8, 2016

Mengulas Interstellar (movies)

Tidak banyak film bergenre apocalypse (kiamat) - SciFi yg beredar di pasaran, Interstellar salah satu nya...

Menonton film ini memang butuh imajinasi dan nalar yg mumpuni, kita banyak disugguhin teori2 fisika njelimet yg mungkin dulunya gak kita ngerti waktu di jaman sekolahan 😂 dgn kemasan menyegarkan dan bumbu2 penyedap ala Hollywood.

Dimulai dari latar belakang suasana apocalypse yg membayangi bumi, dimana badai pasir menyelimuti hampir seluruh permukaan bumi yg membuat banyak spesies tanaman sebagai sumber makanan tidak lagi dapat tumbuh, tanah yg tidak lagi layak untuk ditanami, kekeringan yg menyebabkan kebakaran, dan wabah yg membuat manusia tidak lagi nyaman untuk tinggal di bumi. Beberapa ahli yg bertahan di NASA (setelah subsidi mereka dicabut pemerintah Amerika) mengirim beberapa orang astronot perintis (misi Lazarus) untuk menjajaki potensi planet2 diluar tata surya bahkan diluar galaksi bimasakti sebagai rencana terakhir untuk memindahkan kehidupan di bumi, paling tidak spesies manusia agar tidak punah. Dengan memanfaatkan wormhole (lubang cacing) yg diletakkan entitas alien (dugaan sementara) dekat planet saturnus (ditemukan beberapa tahun sebelumnya) untuk mempersingkat waktu tempuh pesawat luar angkasa, astronot2 perintis tersebut disebar ke beberapa planet yg mirip dgn bumi dgn harapan setidaknya ada satu planet nantinya bisa digunakan sebagai rumah baru umat manusia.

Singkat cerita, bertahun2 udah terlewati, di suatu rumah pertanian di bumi, Murphy, putri seorang mantan astronot NASA Joseph Cooper menemukan fenomena supranatural di kamarnya, yg setelah dianalisa dari kacamata seorang anak sekolah menengah cerdas menyadari bahwa fenomena tersebut ternyata kode binary lokasi tersembunyi NASA yg tidak diketahui publik. Rasa penasaran Cooper dan putrinya membawa mereka ke lokasi tersebut dan menemukan bahwa NASA, dengan keterbatasan sumber daya, ternyata masih aktif dan bersiap untuk misi Lazarus berikutnya. Ditawarilah Cooper, sebagai mantan astronot mumpuni utk memimpin ekspedisi itu, yg mana hal tersebut menjadi konflik antara Cooper yg berniat pergi utk menyelamatkan umat manusia terutama keluarganya dengan putrinya Murphy yg ingin agar ayahnya tetap disampingnya.

Dan sampailah kita pada aspek teknis dan teoritis fisika yg melandasi film Interstellar ini...

Hal pertama yg menjadi perhatian penulis adalah, ternyata kita bisa menciptakan artifisial gravitasi di pesawat luar angkasa dgn cara membuat pesawat berotasi (berputar) secara konstan 😱
Source

Hal kedua yg menjadi perhatian, untuk menghentikan/memperlambat penuaan biologis yg dikhawatirkan akan terjadi karena lamanya waktu tempuh ke tujuan, NASA di film Interstellar ini menggunakan teknologi hibernasi (deepsleep), singkatnya menciptakan kondisi mati suri dgn menggunakan wahana atau alat semacam kulkas 😂 untuk melambatkan kerja metabolisme tubuh, yg bisa diatur lama waktunya.
Source

Hal ketiga yg menjadi sorotan, mengenai pemanfaatan lubang cacing (wormhole) yg pada kenyataannya hari ini masi teoritis.
Source
Source

Keempat dan yg paling krusial, pernyataan bahwa gravitasi mempengaruhi ruang dan waktu. Disini kita dikenalkan akan 4 dimensi, dimensi ruang - waktu, dan bagaimana gravitasi yg masif mampu membengkokkan ruang di angkasa dan bahkan melambatkan/mempercepat waktu.
Source
Source
Source
Source

Kelima dan terakhir, secara imajinatif manusia sebagai entitas physic ketika bersinggungan dengan realitas 4 dimensi (ruang-waktu) mampu beradaptasi dan berevolusi menjadi entitas (wujud) 5 dimensi, dimana ketika hal itu terjadi, ruang-waktu terrealiasi menjadi wujud physic yg bisa dimanipulasi.

Demikianlah beberapa hal yg menjadi perhatian penulis ketika menonton film Interstellar ini, selain juga banyak hal lain yg menarik seperti misalnya realitas waktu yg berbeda antara Murphy (putri Cooper) yg berada di bumi, dan Cooper yg menjelajahi angkasa ketika bertemu kembali; Murphy sang putri, menjadi lebih tua secara physic dari ayahnya, Cooper 😁

Untuk lebih asiknya, kayaknya memang pembaca harus nonton nih film... hhahah

No comments:

Post a Comment